Email anda Aman

Ingin Berita Terbaru

E-mail:

Follow me , Yuuk…!!

Tanya Langsung

BISMA Center

Archives

Kategori

Cara Berlangganan TV berbayar =========================================================================================
  • 20May
    Religi |

     


    sayyidah Fatimah Az zahra

    sayyidah Az zahra

     

    Shiddiqah Kubra

    Nilai Sayyidah Fathimah az-Zahra as kembali pada ibadah dan penghambaannya kepada ‎Allah. Bila tidak ada penghambaan dalam diri Sayyidah Fathimah as, beliau tidak akan ‎disebut Shiddiqah Kubra (kejujuran terbesar). Apa artinya shiddiq? Shiddiq adalah seseorang ‎yang jujur menunjukkan apa yang dipikir dan diucapkan dalam perbuatannya. Selama ‎kejujuran ini semakin besar, maka sudah pasti nilai seorang manusia juga bertambah. Ia ‎menjadi Shiddiq seperti yang disebutkan oleh al-Quran dalam surat an-Nisa’ ayat 69 yang ‎artinya “Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul (Nya), mereka itu akan bersama-‎sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para ‎shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman ‎yang sebaik-baiknya.” Dalam ayat ini jelas mendudukkan shiddiqin setelah nabiyyin. Tapi ‎perlu diketahui Sayyidah Fathimah az-Zahra lebih di atas itu. Karena beliau adalah Shiddiqah ‎Kubra yang berarti wanita terbaik dari kalangan shiddiqin.. Sifat Shiddiq ini diberikan karena ‎penghambaan. Bila hal itu tidak dilakukan, niscaya beliau tidak akan diberi sebutan ‎Shiddiqah Kubra. Artinya, inti dari semua ini adalah penghambaan kepada Allah.(Pidato di ‎Hari Kelahiran Sayyidah Fathimah az-Zahra as pada 26 Desember 1991)‎

    Dimensi Kehidupan Sayyidah Fathimah az-Zahra as

    Dalam kehidupan biasa Sayyidah Fathimah az-Zahra as ada satu poin penting yang patut ‎diperhatikan. Sayyidah Fathimah az-Zahra as mampu menggabungkan antara seorang wanita ‎muslim dalam perilakunya dengan suami dan anak-anaknya dan melaksanakan kewajibannya ‎di rumah dan dari sisi lain melaksanakan kewajibannya sebagai seorang mujahid yang tidak ‎pernah lelah menghadapi pelbagai peristiwa politik pasca meninggalnya Rasulullah saw. ‎Beliau mendatangi masjid dan berpidato lantang membela sikapnya dan berbicara sebagai ‎seorang mujahid tulen yang tidak pernah merasa lelah serta menanggung segala kesulitan. ‎Sementara itu, beliau adalah seorang hamba Allah yang melaksanakan shalatnya di malam ‎hari. Beliau bangkit melaksanakan shalat hanya karena Allah semata. Tunduk dan khusyu di ‎hadapan-Nya. Di bilik mihrabnya, wanita muda ini bak para wali senior Allah ‎melangsungkan munajatnya dengan Sang Kekasih.‎

    Tiga dimensi yang mampu dikumpulkan dalam dirinya menjadikan titik cemerlang dalam ‎kehidupan Sayyidah Fathimah az-Zahra as. Beliau dengan indah menggabungkan tiga ‎dimensi ini. Sebagian orang beranggapan bahwa manusia yang sibuk dengan ibadah dan ‎disebut abid tidak akan mampu menjadi seorang politikus. Atau sebagian lain beranggapan ‎seorang politikus, laki-laki maupun perempuan, dan aktif di medan jihad, bila seorang wanita, ‎pasti ia tidak akan mampu melaksanakan kewajibannya sebagai ibu dan istri yang baik. Bila ‎seorang laki-laki, ia tidak akan mampu menjadi kepala rumah tangga yang memimpin ‎keluarganya dengan baik. Mereka membayangkan keduanya bertentangan. Padahal dalam ‎pandangan Islam ketiganya ini tidak saling bertentangan, bahkan saling membantu ‎mengantarkan manusia menjadi sempurna.‎

    Kalian harus mempertahankan partisipasi kalian mengikuti demonstrasi, berpartisipasi dalam ‎pembangunan, ikut ke medan tempur dan ikut serta dalam pemilu. Partisipasi kalian sangat ‎berpengaruh dalam menentukan masa depan negara dan Revolusi. Pada saat yang sama ‎kalian memperbaiki hubungan spiritual dengan Allah lewat ibadah dan zikir. Pertanyaannya, ‎bagaimana hal ini dengan mudah dapat dilakukan? Kita punya teladan bernama Sayyidah ‎Fathimah az-Zahra as. (Pidato di Acara Peringatan Syahadah Sayyidah Fathimah az-Zahra as ‎pada 13 Desember 1989)‎

    Sumber 100% kopas dari  : http://indonesian.irib.ir/index.php/iran/rahbar/21777-sayyidah-fathimah-az-zahra-as-di-mata-rahbar.html

    Terimakasih Info Terbaiknya

    Related posts:

    1. Rahbar : Belajar dari Sirah Sayyidah Fathimah az-Zahra as (Part 2) Bagitu banyak pelajaran yang HARUS diambil oleh kaum Wanita dari...
    2. Keagungan Sayyidah Fathimah az-Zahra as menurut Rahbar (part 1) Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar Ayatullah al-Udzma Sayyid...
    3. Rahbar Sosok Kesederhanaan Seorang Ulama   Fars-Dalam buku “Yek Sabad Gol-e Mohammadi” ada sebuah kenangan...

    Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.

    Posted by Faizal Kamal @ 1:46 am

    Tags: ,

  • ==================================================

Leave a Comment

Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.