Ku matikan motor Matic lamaku di pinggir tembok pinggir Rel Kereta ini, di gang kecil yang lebih pantas dibilang tempat sampah yg berbentuk jalanan
karena motor ini parkir diatas sampah2 bekas plastik dan tempurung kelapa yg sudah mulai kering, juga di sela2 gerobak para pemulung yg sedang Parkir, hehehe…. Betapa sensasional tempat ini, berjalan diantara “bedeng-bedeng” warga yang cuma berukuran 1×1 meter dan berdinding kayu serta beratap terpal bekas spanduk acara seminar. sangat Kreatif
.
Sore tadi saya. ktemu kumpulan keluarga di sebuah pemukiman liar di pinggiran rel, sekitar 12 keluarga (40 orang termasuk anak2) yg SEMUANYA adalah Pemulung, yg mencari sampah bergantian, mulai dari pagi hingga Tengah malam.
satu pelajaran yg saya ambil, mereka ada yg masih Puasa walaupun kerjaanya luar biasa berat, pendapatan mreka 40-80ribu/hari. Kehidupan anak2 mreka jauh dari Sehat dimana kaki mreka selalu blepotan tanah karena bermain diantara kotornya hasil “mulung” orangtuanya.
Yg sedih saat saya tanya, “mudik kapan pak?” Ternyata hampir smua ngga ada yg mudik karena ngga punya dana untuk mudik dan malu ma kampung karena blom bisa bawa banyak uang nanti saat mudik, “lagi pula, lebaran nanti pasti banyak sampah, lumayan bisa nambah2 rejeki” padahal DILEMA nya adalah, pabrik daur ulang sudah Tutup dan para pengepul pemulung yang masih buka akan menawar lebih rendah hasil mereka. Sungguh Tragis, merka harus kerja 2x lebih keras untuk hasil sama !!!
Hari Minggu ini, kalo sempet mau main kesana lagi dan berbagi sedikit untuk mereka agar lebih “Pantas” bertemu dengan Idul Fitri, ada yg mau ikutan berbagi? Japri ya
TerimaKasih. BGT… Semoga masih ada Rizki untuk mereka dari kantong-kantong kita.
kalo mau di BM infonya,
TerimaKasih.
Faizal Kamal 0818 659 401 – pin:215C4A06




Recent Comments