Hai all, edisi posting hari ini membicarakan tentang pejabat di negara tercinta ini yang makin gak jelas ajah tingkahnya,contohnya di jajaran Polri kini, disaat para jendral dan Pejabat “bintang-bintang” mulai melakukan aksi pembersihan diri dengan saling tuduh menuduh pejabat tinggi yang lain, agar namanya bersih dimata rakyat Indonesia tercinta, tapi mereka lupa akan “MATA TUHAN” mereka lupa kalau ada zat lebih BESAR yang siap memberikan Rizki dan musibah karena apa yang mereka lakukan.
Bagaimana gaya hidup pejabat kita? Barangkali Anda pun membayangkan
seperti ini: memiliki rumah besar senilai Rp 7 miliar lengkap dengan kolam renang, dengan puluhan rumah bernilai di bawah kediaman resmi tersebut. Vila mewah di Puncak. Tanah berhektar-hektar di kampung halaman. Deretan mobil mulai dari Baby Benz, BMW, hingga Pajero.
Demikian pula simpanan uang bernilai miliaran rupiah atas nama istri
dan anak-anak. Semua tersebut memang sulit dipenuhi dengan ukuran gaji
resminya.
Bila Anda membayangkan demikian kehidupan semua pejabat di Indonesia,
tentu anggapan tersebut keliru. Betul, kolusi antara pejabat-pengusaha yang mendatangkan gemerincing uang — bukan rahasia lagi. Tapi, ternyata — justru ini merupakan rahasia yang kurang terekspos masih ada segelintir pejabat yang hidup sederhana.Mungkin baiknya mereka berkaca pada beberapa orang pejabat yang sudah ada sebelum mereka menjabat pekerjaan sekarang
Contohnya adalah :
Meski tiga kali menjadi menteri — Menteri Perhubungan, Menteri Negara Pengawasan Pembangunan dan Lingkungan Hidup (PPLH) serta Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup (KLH) — Emil justru tak terpikir untuk membeli rumah semasa memangku jabatan. Ia hidup di rumah dinas dengan fasilitas yang disediakan negara.
Sebelumnya, kemenakan H. Agus Salim ini, memang telah memiliki satu rumah di Jl. Tosari No. 75. Dibeli pada 1968, rumah itu dikontrakkan.
Dari kontrakan tersebut, Emil mendapat hasil sampingan yang
ditabungkannya.
Tatkala menepi dari pusaran kekuasaan pada 1993, doktor ekonomi
alumnus Universitas California ini, terpaksa keluar dari rumah dinas.
Akibatnya, ia baru merasa pahitnya, tidak memiliki rumah. “Saya pun
memikirkan untuk membeli rumah,” kisah pengurus ICMI ini.
Akhirnya, ia membeli rumah untuk bernaung bagi dirinya dan istrinya.
“Kalau anak-anak barangkali mereka dibawa suami masing-masing,”
ujarnya. Di saat awal pindah ke rumah baru, menurut seorang aktivis
LSM yang dekat dengannya, Emil tidak memiliki peralatan rumah tangga
yang banyak. “Dia sampai kesulitan untuk beli ranjang,” kisah aktivis
itu.
Selain dari berbagai sumber pendapatan, Emil mengaku, kini ia dan
keluarganya hidup dari rumah kontrakan.
Kesederhanaan dan hidup lurus yang dikukuhi Emil Salim ini, membuat
Zainul Bahar Noor SE memujinya. “Emil Salim itu sama bersih dengan
pejabat bersih lainnya. Ia teknokrat yang tidak mementingkan uang,”
puji Dirut Bank Muamalat Indonesia (BMI) ini.
sumber kaskus.us







Recent Comments